Kisah Perjalanan Spiritual Anjani
Anjani adalah seorang wanita yang telah lama merasa ada yang kurang dalam kehidupan spiritualnya. Dia memiliki bisnis yang stabil, sehingga kekayaan dan keuangan lebih dari cukup, memiliki rumah, mobil dan banyak aset yang lainnya.
Memiliki pasangan yang cukup tampan, tanggungjawab, setia dan begitu menyayanginya, anak-anak (Putra-Putri) sehat (sholeh-sholeha) dan kerabat (keluarga besar) yang rukun dan bahagia serta teman-teman yang cukup banyak, yang asyik, yang baik, yang menyayanginya dan yang mendukungnya.
Namun, dia tidak bisa menghilangkan perasaan bahwa ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya, sesuatu yang lebih besar dan lebih bermakna yang menunggunya yang menurutnya menjadi misi dari pencipta-Nya yang akan menjadi jawaban, yang selama ini dia pertanyakan dalam batinnya pertanyaan yang selalu terngiang dalam benaknya "untuk apa aku di hadirkan di dunia ini misi dan tugas apa?".
Hingga Suatu hari, Anjani bertemu dengan seorang guru spiritual yang bijak, yang terkenal dan berpengalaman. Guru tersebut mengajarkan Anjani tentang energi kultivasi dan bagaimana cara mengaksesnya.
Anjani sangat tertarik dengan konsep energi kultivasi dan memutuskan untuk mencobanya. Dia mulai melakukan meditasi atau tafakur dengan dzikir di alam bebas, serta mempraktikkan olah nafas, olah gerak, dan olah batin.
Awalnya, Anjani merasa tidak nyaman dan tidak yakin apakah cara ini efektif. Namun, setelah beberapa minggu, dia mulai merasakan perbedaan yang signifikan.
Anjani merasa lebih terhubung dengan alam semesta, lebih tenang, dan lebih bahagia. Dia juga merasa bahwa kesadaran spiritualnya telah meningkat, dan dia dapat merasakan energi kultivasi yang kuat dalam dirinya.
Suatu hari, Anjani mengalami pengalaman spiritual yang sangat mendalam. Dia merasa bahwa dia telah terhubung dengan sumber energi yang lebih besar dan lebih bermakna. Dia merasa bahwa dia telah menemukan tujuan hidupnya (tugas dan musinya) yang sebenarnya yaitu membantu sesama, salah satu dari sekian tujuannya adalah dengan sharing ilmu bermanfaat.
Sejak itu, Anjani merasa bahwa hidupnya telah berubah secara drastis. Dia merasa lebih percaya diri, lebih bahagia, dan lebih terhubung dengan pencipta-Nya (Allah SWT) dan lebih terhubung dengan alam semestan-Nya
Dia juga merasa telah menemukan cara untuk meningkatkan kesadaran spiritualnya dan memurnikan jiwanya dan yang paling penting, dia sudah tahu tugas/misi dari penciptaNya.
Apa sih energi kultivasi itu?
"MEMAHAMI ENERGI KULTIVASI"
Pada kehidupan alam semesta ini terdapat banyak sekali energi hampir semua di selimuti energi, energi itu bersifat kekal selama semesta atau kehidupan ini masih ada.
Di alam semesta ini energi tidak dapat di ciptakan atau di musnahkan, energi hanya dapat di pindah dan di ubah dari bentuk satu ke bentuk lainnya.
Energi Kultivasi adalah energi natural yang berevolusi menjadi energi pemurnian.
Energi kultivasi hanya dapat dihasilkan melalui hukum-hukum kultivasi energi.
Tidak sembarang orang dapat mengakses energi kultivasi kecuali orang tersebut berhasil menguasai hukum-hukum kultivasi energi sehingga dia mampu mengevolusikan energi natural menjadi energi kultivasi.
Hukum-hukum kultivasi energi itu sangat rumit dan kompleks, mencakup hukum penciptaan alam semesta. Didunia ini sangat jarang ada orang yang mampu menemukan system kultivasi sendiri, kebanyakan manusia menjalankan system kultivasi yang telah ditemukan oleh Kultivator Sejati yang pernah turun ke muka bumi ini.
Energi kultivasi memiliki fungsi untuk memurnikan tubuh, apakah itu tubuh fisik, jiwa, roh, dan lain sebagainya tergantung dari jenis energi kultivasi yang dibangkitkan.
Langka sekali seseorang memiliki Energi Kultivasi
Hal ini harus melalui proses latihan /Perjalanan Spiritual yang Totalitas dan Istiqomah
Hakekatnya Energi Kultivasi adalah Energi Murni yang di olah oleh tubuh seseorang. Memproses Bio Energi (Energi Alam atau Energi Natural) menjadi energi Murni (Kultivasi).
Kultivasi sama dengan evolusi atau transformasi. Pada kupu-kupu disebut juga metamorfosis. Dimana pada kupu-kupu terjadi proses telor menetas menjadi ulat kemudian ulat berubah menjadi kepompong dan selanjutnya pada proses metamorfosis sempurna menjadi kupu-kupu.
Pada diri manusia proses transformasi atau kultivasi terjadi pada banyak tingkatan dan dimensi, yaitu pada tingkatan dan dimensi tubuh fisik, jiwa, roh, pribadi tinggi, bawah sadar, dan sebagainya. Hal ini melalui latihan Spiritual, perjalanan Spiritual yang berproses dan waktu yang panjang.
Energi di alam semesta ini di bagi menjadi dua keilmuan yaitu keilmuan energi secara natural (kimia dan fisika), yang kedua adalah keilmuan energi secara Metafisika (supranatural).
Dalam dunia spiritual energi di bagi menjadi 2 yaitu Energi natural/energi alam dan energi kultivasi:
- Energi natural di sebut juga dengan energi alam semesta sementara ada yang menyebutnya chi atau prana yang berarti daya hidup atau bio'energi.
Energi natural dapat ditemukan dimanapun di alam Semesta ini, pada benda benda mati maupun pada makhluk hidup. Hewan, tumbuhan, warna, bunyi bunyian, bau bauan, udara, sinar matahari, bumi, planet, batuan dan segala benda juga menjadi sumber energi natural.
Secara sifatnya energi natural/energi alam di bagi menjadi dua yaitu :
- Energi positif atau energi murni
- Energi negatif atau energi kotor
Energi kultivasi disebut juga sebagai energi evolusi/perubahan. Energi kultivasi berasal dari energi natural yang telah dievolusikan, sehingga energi kultivasi bisa ditemukan di akses di alam bebas.
Energi kultivasi didapat dari proses evolusi energi natural dan hanya manusia yang dapat mengevolusikan energi natural menjadi energi kultivasi. Energi kultivasi ini salah satunya adalah Tenaga dalam.
Saat seseorang melakukan meditasi / tafakur, berzikir, berpuasa dan bedoa mereka akan menghimpun energi alam kedalam dirinya.
Beberapa perguruan atau sebagian praktisi mengatakan Tenaga batin / tenaga metafisika.
Saya lebih menekankan dengan sebutan energi alam (Bio'energi) diubah menjadi energi Murni (Kultivasi) agar lebih umum.
Tenaga batin memiliki karakter yang berbeda dengan Tenaga dalam, meski sama sama suatu energi namun ada perbedaan sifat.
Sifat - sifat Energi
Dari sifat energi, terdapat dua macam sifat energi secara pengelolahanya :
- Tenaga Dalam
- Sifat nyata atau terasa nyata (kasar).
- Getaran lebih terasa
- Tingkatan berdasarkan warna
- Lebih panas / hangat dirasakan dan dingin
- Pengolahan dari pernafasan, disiplin Fisik, bela diri – kanuragan
- Sangat baik untuk aplikasi kesehatan
- Kuat lemah tenaga sangat dipengaruhi keadaan fisik
- Kadang terasa bergetar, seperti kesemutan, seperti ada aliran listrik yang samar saat sirkulasi
- berbentuk horizontal / naik turun tidak teratur
- Tenaga Batin
- Lebih lembut dan halus
- Vibrasi getran lembut
- warna putih atau gelap
- hawa hangat
- di dapat dari Dzikir, tafakur atau meditasi, puasa, Riyadoh, dan tirakat
- untuk stabilitas metal, emosi, perasaan, serta ketenangan jiwa, dan kesadaran illahi.
- kuat lemah tergantung ketenangan hati dan jiwa
- terasa lebih menyatu dengan jiwa
- berbentuk vertikal/lurus dan teratur.
Dampak Energi:
Energi spiritual pada diri manusia sangatlah berpengaruh bagi psikolog dan kodisi fisik maupun mental seseorang. Dampak energi spiritual pada manusia akan berdampak sebagai berikut :
- Energi negatif / kotor
Manusia yang memiliki energi kotor ataupun aura kotor yang sangat kuat akan menimbulkan dampak hal - hal sebagai berikut :
-Menjadi penyebab sakit penyakit
-Menjadi sumber pembiakan virus, bakteri, kuman, jamur penyebab penyakit
-Menjadi sumber pembiakan sel kanker
-Merusak sistem metabolisme tubuh
-Merusak sistem syaraf dan otak
-Merusak sistem kelenjar
-Merusak organ - organ tubuh
-Merusak cakra, kundalini, jiwa dan Roh
-Menyebabkan kesialan
-Menyebabkan kemiskinan
-Menyebabkan kebangkrutan
-Menyebabkan kecelakaan
-Menyebabkan bencana
-Menyebabkan ketidakharmonisan
-Memyebabkan penghianatan atau perselingkuhan
-Menyebabkan perpisahab atau perceraian
-Menyebabkan kejahatan
-Merusak kecerdasan otak
-Menyebabkan kecanduan hal negatif
-Menyebabkan kemalasan
-Menyebabkandepresi - Energi positif/energi murni
Sedangkan manusia yang melakukan pemurnian dan selalu berada dilingkungan yang positif sehingga dirinya penuh dengan aura positif akan menimbulkan dampak:
-Menyembuhkan penyakit medis maupun non medis
-Memusnahkan virus, bakteri, kuman, jamur penyebab penyakit
-Memperbaiki dan menstabilkan sistem metabolisme tubuh
-Memperbaiki dan menstabilkan sistem kelenjar
-Memperbaiki dan menstabilkan sistem organ tubuh
-Memperbaiki dan mensta bilkan sistem syaraf dan otak
-Memperbaiki dan menstabilkan sistem cakra, kundalini, jiwa dan Roh
-Meningkatkan keberuntungan dan menjauhkan bahaya
-Meningkatkan rejeki
-Meningkatkan proteksi
-Mencegah kecelakaan
-Meningkatkan kecerdasan
-Awet muda, telihat lebih menarik
-Saat di dekatnya merasa nyaman dan betah
-Dan masih banyak lagi
Energi dapat di serap dengan Dzikir di alam bebas (Taddabur Alam), Meditasi, olah nafas, olah gerak dan olah batin. Banyak sekali cara melatih diri untuk menghimpun energi di dalam tubuh kita, yang paling sederhana adalah dengan Dzikir dialam bebas (Taddabur Alam) dan meditasi/tafakur.
Energi dapat diserap tidak perlu dengan keahlian khusus atau doa doa khusus, cukup dengan rileksasi dan ketenangan jiwa dan mental, Layaknya orang bersantai dan menikmati udara segar yang masuk kedalam tubuh, serta melakukan latihan Secara totalitas dan kontinue (Istiqomah).
Dari peneletian saya Dzikir di Alam bebas atau alam terbuka (TADDABUR ALAM) serta meditasi adalah salah satu tehnik yang paling efektif di gunakan mulai dari pemula sampai tingkat grand master, dalam latihan utk membangkitkan energi Kultivasi.
Hal ini selain untuk keperluan spiritual juga dapat menyeimbangkan kesehatan dan mental.
Kembali pada pembahasan ENERGI KULTIVASI, Energi Kultivasi adalah energi natural yang berevolusi menjadi energi pemurnian. Energi kultivasi hanya dapat dihasilkan melalui hukum-hukum kultivasi energi.
Energi kultivasi memiliki fungsi untuk memurnikan tubuh, apakah itu tubuh fisik, jiwa, roh, dan lain sebagainya tergantung dari jenis energi kultivasi yang dibangkitkan.
Kultivasi (Tazkiyatun Nafs) sama dengan evolusi atau transformasi. Pada kupu-kupu disebut juga metamorfosis.
Energi Kultivasi adalah energi natural yang berevolusi menjadi energi pemurnian. Energi kultivasi memiliki fungsi untuk memurnikan tujuh lapis tubuh manusia ; tubuh fisik, psikis, atau emosi, mental, intuisi, atma, cahaya (monade) maupun tubuh spiritual.
Energi kultivasi hanya dapat dihasilkan melalui hukum-hukum kultivasi energi. Tidak sembarang orang dapat mengakses energi kultivasi kecuali orang tersebut berhasil menguasai hukum- hukum kultivasi energi sehingga dia mampu mengevolusikan energi natural menjadi energi kultivasi.
Pencerahan Ruhaniyyah hanya didapatkan dengan evolusi spiritual, yaitu peningkatan spiritualitas dari maqom kehidupan yang berorientasi jasmaniah menuju kehidupan yang berorientasi Ruhaniyah.
Hal ini dimaksudkan untuk perluasan kesadaran menuju kesadaran yang lebih tinggi dari sekedar kesadaran sebagai makhluk fisik.
Kesadaran ruhaniyyah, yaitu kesadaran bahwa manusia tidak sekedar makhluk fisik- jasmaniah. Kesadaran ini begitu penting untuk peningkatan kualitas spiritual manusia.
Olah spiritual untuk pemurnian dan pembersihan diri menuju kesucian merupakan prasyarat pendekatan kepada Tuhan Yang Maha Suci.
Pembersihan diri ditujukan untuk pembersihan diri dari berbagai bentuk energi negatif (penyakit fisik, psikis, dan energi negatif yang menghambat spiritualitas) .
Pembersihan diri dari energi negatif dalam bentuk apa pun dan peningkatan spiritualis adalah tujuan dari Olah spiritual.
Kultivasi sama dengan evolusi atau transformasi, seperti yang telah di sampiakan diatas seperti pada kupu-kupu disebut juga metamorfosis. Dimana pada kupu-kupu terjadi proses telor menetas menjadi ulat kemudian ulat berubah menjadi kepompong dan selanjutnya pada proses metamorfosis sempurna menjadi kupu-kupu.
Pada diri manusia proses transformasi atau kultivasi terjadi pada banyak tingkatan dan dimensi, yaitu pada tingkatan dan dimensi tubuh fisik, jiwa, roh, pribadi tinggi, bawah sadar, dan sebagainya.
Sejauh ini kita telah memiliki segudang referensi mengenai transformasi diri menuju tingkat spiritualitas yang baik, mulai dari mengenai siapa yang menjadi Master atau guru pembimbing (Mursyid) kita yang mengajarkan berbagai keilmuan sampai dengan berbagai atribut yang dimilikinya sehingga ia layak kita sebut Guru Pembimbing atau Master.
Dalam artikel ini, saya ingin menyampaikan sedikit ciri-ciri dari manusia yang telah mencapai Kultivasi Kesadaran Spiritual dan perbedaannya dari mereka yang hanya mencapai Kultivasi kesadaran energi semesta.
Kultivasi Kesadaran Energi Semesta:
Siapapun bisa mencapainya setelah mendapatkan penyelarasan baik makrokosmos dan mikrokosmos
Menjadi seorang Guru pembimbing, atau Mursyid, Master bahkan Grand Master esoterik juga bukan hal sulit ketika kesadaran atas dimensi energi itu telah masuk dalam pikiran bawah sadar kita
Kenaikan Kundalini bisa dicapai bahkan secara spontan namun tidak menjadikan orang tersebut mencapai Kultivasi Kesadaran Spiritual tanpa upaya melalui harmonisasi antara pikiran, ucapan dan perbuatannya.
Dengan kata lain, seseorang yang telah mencapai kultivasi kesadaran energi semesta belum tentu memiliki tingkat kesadaran spiritual yang baik atau tinggi.
Misalnya, praktisi, Master atau Grand Master esoterik yang masih beranggapan dunia materi adalah segalanya, bahkan masih ‘melekat’ dengan berbagai pola pikir, pola bicara dan pola perilaku yang tidak Ilahiah.
Kultivasi Kesadaran Spiritual:
Tidak semua orang, bahkan Grand Master esoterik atau guru pembimbing sekalipun bisa mencapai tingkatan ini
Awal dari kultivasi kesadaran spiritual ini adalah adanya upaya menuju transformasi baik dalam pikiran, ucapan dan perbuatannya yang sedang atau telah dilakukannya.
Adanya keselarasan antara kehidupan duniawinya dengan Ilahiah.
Perjalanan dari pencapaian tingkat spiritualitas yang tinggi dimulai dari empati, rasa kasih sayang kepada sesama bahkan kepada semua makhluk yang tumbuh bersamaan dengan pembersihan bathin dari kotoran- kotoran atau nafsu rendah yang membawa pada pengertian atau pemahaman yang salah.
Kemudian setelah tercapai hakekat dari hidup dan proses penciptaan semesta ini, seorang spiritualis akan meningkatkan proses transformasi diri menuju pencerahan bathin, sebuah langkah sulit namun pengaruhnya sangat luar biasa.
Biasanya seorang spiritualis sejati akan memiliki kemampuan chanelling subtle energy secara spontan karena dengan bangkitnya kesadaran spiritual otomatis terjadi kultivasi kesadaran energi semesta dan otomatis pula kebangkitan kundalini secara sempurna terjadi.
*)di rangkum dari berbagai referensi dan berbagai sumber kajian.
Semoga bermanfaat
Salam Damai Penuh Cinta Sehat Bahagia Makmur Sejahtera Sukses Luar Biasa.
💕
Bunda Keisha hypnotherapist
(Konsultan Keluarga Indonesia).
